Oleh: Djoko Iriandono*)
Anda ingin membaca artikel lainnya, Klik 
Ikuti Facebook Islamic Center Kaltim, Klik
Seiring dengan perkembangan zaman, masjid tidak lagi hanya menjadi tempat ibadah semata, tetapi juga menjadi pusat kegiatan umat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Abad ke-21 membawa transformasi besar dalam pengelolaan masjid akibat perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial. Tantangan ini, terutama di Era 5.0, menuntut masjid untuk beradaptasi dan menghadirkan inovasi guna menarik generasi muda dan meningkatkan kesejahteraan umat.
Hari ini Selasa tanggal 7 Januari 2025 bertempat di ruang rapat lantai 2 Masjid Raya Baitul Muttaqien Islamic Center Kalimantan Timur, seluruh pengurus BPIC mengadakan rapat dengan agenda menggali ide/gagasan tentang bagaimana cara pengelolaan masjid di era 5.0. Berbagai ide muncul dari setiap peserta rapat setelah ada pemaparan laporan hasil kunjungan ke “Jakarta Islamic Center Festifal” dari salah seorang pengurus yang mendapat tugas untuk menghadiri acara tersebut. Artikel ini merupakan rumusan dan sekaligus pembahasan dari ide/gagasan yang muncul pada rapat tersebut. Semoga hal ini dapat mengilhami banyak pengurus masjid yang lain terutama masjid yang belum berbasis teknologi dan komunikasi.
Islam dan Konsep Pengelolaan Masjid
Dalam Islam, masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat peradaban umat. Rasulullah SAW menjadikan Masjid Nabawi sebagai pusat berbagai aktivitas, mulai dari ibadah, pendidikan, hingga pengelolaan keuangan umat. Allah SWT berfirman:
"Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah: 18).
Ayat ini menekankan pentingnya memakmurkan masjid melalui berbagai aktivitas yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Pemanfaatan Teknologi dalam Mengelola Masjid
1. Digitalisasi Informasi dan Komunikasi
Pengurus masjid dapat memanfaatkan platform digital seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok untuk menyampaikan dakwah, informasi kegiatan, serta program-program masjid. Misalnya:
- Mengunggah kajian atau khutbah dalam bentuk video pendek.
- Membuat konten menarik yang sesuai dengan tren anak muda, seperti podcast Islami atau Q&A tentang agama.
- Menggunakan aplikasi berbasis lokasi untuk mempromosikan masjid terdekat dan jadwal shalat.
2. Digitalisasi Keuangan Masjid
Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana masjid menjadi keharusan di era modern. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Menggunakan aplikasi keuangan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran.
- Memanfaatkan QR code untuk donasi digital melalui platform pembayaran seperti e-wallet atau mobile banking.
- Menyusun laporan keuangan secara berkala yang dapat diakses oleh jamaah melalui website atau media sosial.
- Mengadakan pelatihan kepada pengurus untuk memahami penggunaan teknologi keuangan.
3. Meningkatkan Peran Anak Muda
Melibatkan generasi muda dalam pengelolaan masjid adalah kunci untuk menjaga relevansi masjid di tengah perubahan zaman.
- Membentuk komunitas pemuda/remaja masjid yang fokus pada kegiatan kreatif, seperti kelas coding Islami, pelatihan desain grafis, atau workshop media sosial.
- Menjadikan anak muda sebagai duta digital masjid untuk mengelola media sosial dan promosi kegiatan.
4. Pengembangan UMKM Berbasis Masjid
Masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui UMKM. Contohnya:
- Menyediakan ruang usaha bagi jamaah, seperti bazar halal, food court Islami, atau pasar mingguan.
- Memberikan pelatihan kewirausahaan kepada jamaah.
- Membantu pemasaran produk UMKM melalui platform digital.
Menciptakan Masjid yang Ramah Generasi Z
Untuk menarik generasi muda, masjid harus mampu menyesuaikan diri dengan gaya hidup mereka. Berikut ide-ide kreatif yang dapat diterapkan:
- Menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis di area masjid.
- Membuat desain interior masjid yang modern namun tetap Islami, seperti ruang diskusi terbuka atau area co-working space.
- Mengadakan kegiatan yang relevan dengan minat anak muda, seperti kompetisi e-sport Islami atau kelas fotografi Islami.
Sinergi Teknologi dan Nilai-Nilai Islam
Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan masjid tidak hanya tentang mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam di setiap inovasi yang dilakukan. Prinsip Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi, harus menjadi landasan utama dalam pengelolaan berbasis teknologi.
1. Transparansi dan Akuntabilitas dengan Teknologi
Teknologi dapat digunakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam pengelolaan keuangan masjid. Dalam Islam, transparansi adalah bagian dari amanah yang harus dijaga. Dengan menggunakan aplikasi keuangan digital, pengurus masjid dapat:
- Menyusun laporan keuangan secara real-time dan menampilkannya di layar digital yang tersedia di masjid.
- Mengirimkan laporan keuangan bulanan ke jamaah melalui email atau grup media sosial.
- Membuka akses audit keuangan untuk memastikan bahwa setiap dana dikelola dengan baik.
2. Pengelolaan Wakaf dan Zakat Digital
Wakaf dan zakat adalah pilar ekonomi umat Islam yang dapat dikelola secara modern melalui teknologi. Pengurus masjid dapat bekerja sama dengan platform fintech syariah untuk:
- Membuka layanan zakat dan wakaf online.
- Memberikan sertifikat wakaf digital kepada para donatur.
- Menggunakan blockchain untuk memastikan transparansi dan keamanan transaksi wakaf dan zakat.
Kolaborasi dengan Komunitas dan Institusi
Masjid tidak dapat bergerak sendiri dalam menghadapi tantangan Era 5.0. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pengelolaan masjid yang modern:
- Komunitas Pemuda: Bermitra dengan komunitas kreatif atau organisasi pemuda untuk mengadakan kegiatan-kegiatan inspiratif, seperti hackathon (pembuatan aplikasi/coding) Islami, festival seni Islami, atau pelatihan digital marketing untuk UMKM.
- Institusi Pendidikan: Mengadakan kelas literasi digital atau workshop teknologi bersama sekolah dan universitas setempat.
- Startup Teknologi: Mengembangkan aplikasi khusus untuk masjid, seperti platform pengelolaan jadwal imam, pengingat waktu shalat, dan layanan donasi digital.
Menghadirkan Masjid sebagai Ruang Sosial dan Inovasi
Masjid di Era 5.0 harus menjadi tempat yang multifungsi dan relevan bagi masyarakat. Beberapa ide inovatif untuk memanfaatkan masjid sebagai ruang sosial adalah:
- Masjid Edukasi dan Literasi: Membuka perpustakaan digital Islami yang dapat diakses oleh jamaah 24 jam sehari semalam. Perpustakaan ini dapat menyediakan e-book Islami, jurnal akademik, hingga kursus online tentang Islam.
- Masjid Berbasis Lingkungan: Mengintegrasikan konsep masjid hijau dengan memanfaatkan energi surya, menyediakan fasilitas daur ulang, serta mengadakan program edukasi lingkungan kepada jamaah.
- Masjid sebagai Hub Inovasi: Membuka coworking space Islami di area masjid untuk mendukung aktivitas kreatif dan profesional anak muda. Ruang ini dapat digunakan untuk brainstorming, mengembangkan startup, atau belajar bersama dalam suasana Islami.
Tantangan dan Solusi
Meskipun berbagai inovasi dapat dilakukan, tantangan tetap ada, terutama dalam hal:
- Kurangnya SDM yang Kompeten: Solusi: Mengadakan pelatihan intensif bagi pengurus masjid tentang teknologi digital.
- Dana yang Terbatas: Solusi: Menggalang dana (fund rising) secara online melalui crowdfunding digital dengan transparansi penuh agar jamaah percaya untuk berkontribusi.
- Resistensi terhadap Perubahan: Solusi: Melakukan edukasi kepada jamaah dan pengurus senior tentang manfaat teknologi dalam memakmurkan masjid.
Kesimpulan: Masa Depan Masjid di Era Digital
Era 5.0 bukanlah ancaman bagi masjid, melainkan peluang besar untuk kembali menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam yang dinamis, inklusif, dan inovatif. Dengan mengintegrasikan teknologi, memberdayakan anak muda, dan tetap memegang teguh nilai-nilai Islam, masjid dapat terus relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagaimana dalam hadis Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga." (HR. Bukhari dan Muslim).
Masjid di Era 5.0 adalah simbol bagaimana Islam selalu relevan dengan zaman, tanpa kehilangan akar nilai-nilainya. Kreativitas, teknologi, dan iman adalah kunci masa depan masjid sebagai pusat kebangkitan umat.
Anda ingin membaca artikel lainnya, Klik 
Ikuti Facebook Islamic Center Kaltim, Klik
*) Kasi Kominfo BPIC