Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Penjualan Hewan Kurban di Samarinda Mulai Bergeliat, Sapi Jumbo Jadi Incaran Pelanggan

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kendati Hari Raya Iduladha masih sekitar dua pekan lagi, geliat penjualan hewan kurban, khususnya sapi, di Samarinda mulai terasa.

Para pedagang mengaku sudah menerima pesanan dari berbagai kalangan. Mulai dari perorangan, perusahaan, hingga masjid-masjid yang menjadi pelanggan setia mereka.

Baca Juga: Makan Sepuasnya Menu Nusantara di Restoran Kecapi

Salah seorang pedagang sapi kurban di Samarinda yakni Suhartaty mengungkapkan, loyalitas pelanggan menjadi kunci utama dalam bisnis tersebut.

“Mereka ini sudah pesan jauh-jauh hari, bahkan dua bulan sebelum Iduladha. Kebanyakan sudah langganan, jadi tinggal WA (WhatsApp) saja, misal pesan sekian ekor dengan harga sekian,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk memenuhi permintaan pasar, dirinya mengambil sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu juga sebagai pemasok wilayah Kaltim-Kaltara.

Khusus Samarinda, sedikitnya dia memiliki 20 reseller. “Itu belum termasuk pesanan dari luar Samarinda,” imbuh perempuan yang karib disapa Taty itu.

Di sepanjang jalan-jalan utama Kota Tepian, lapak-lapak penjualan sapi kurban juga mulai bermunculan. Harga sapi bervariasi, Taty menjual mulai dari Rp 12 juta untuk bobot 160-180 kg, hingga Rp 30 jutaan untuk sapi berbobot jumbo antara 450 kg hingga 1 ton.

Jenis sapi Bali masih menjadi primadona, sementara untuk kategori sapi besar, jenis simmental, limosin, dan brahman juga banyak dicari.

“Yang paling banyak dipesan itu memang sapi-sapi besar. Bisa dibilang, kalau cari sapi besar, pasti larinya ke tempat kami,” kata Taty.

Pelanggannya pun beragam, termasuk pengusaha yang tak jarang memesan puluhan ekor sekaligus untuk kemudian disalurkan ke masjid-masjid di pinggiran kota yang kekurangan hewan kurban.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, Taty mengakui bahwa antusiasme masyarakat tahun ini terlihat sedikit menurun. “Tahun lalu itu luar biasa antusiasnya.

Bahkan, dengan hari-hari seperti sekarang ini, pesanan itu sudah masuk dari ratusan orang. Tapi tahun ini, saya lihat agak kurang, mungkin daya beli masyarakat yang sedikit lesu,” ungkapnya.

Baca Juga: Pasar Terus Bertumbuh, Infus Gorengan Tawarkan Frozen Food Gorengan Siap Masak

Meski demikian, ia tetap berpikir positif dan menduga bahwa puncak pembelian hewan kurban baru akan terjadi menjelang hari raya.

“Saya masih positif thinking, mungkin memang belum waktunya. Biasanya, paling ramai itu seminggu sebelum Iduladha, bahkan ada juga yang baru beli 3 hari sebelumnya, atau bahkan di hari tasyrik masih ada yang mencari dan langsung diantar untuk dipotong,” jelasnya.

Kandangnya sendiri akan tetap buka hingga H+2 minggu setelah Iduladha untuk menyortir sapi yang akan dipotong guna memenuhi kebutuhan daging segar. “Tapi biasanya sih langsung habis, alhamdulillah. Kami juga memenuhi pesanan dari para reseller,” katanya.

Baca Juga: Tersandung Hak Cipta, Lesti Kejora Dilaporkan Yoni Dores, Ini Responsnya

Selain pelanggan lama, ia juga menerima pesanan dari reseller baru yang ingin mencoba peruntungan berjualan sapi kurban. Adapun rentang harga sapi yang paling laris adalah antara Rp 21 juta hingga Rp 23 juta dengan bobot 251-320 kg, yang umumnya dicari oleh masjid-masjid.

“Masjid-masjid besar di Samarinda alhamdulillah juga berlangganan di kami,” lanjutnya. Dengan semakin dekatnya Hari Raya Haji, para pedagang sapi kurban di Samarinda berharap penjualan akan semakin meningkat. (*)

Artikel ini telah tayang di : https://kaltimpost.jawapos.com/bisnis/2386057417/penjualan-hewan-kurban-di-samarinda-mulai-bergeliat-sapi-jumbo-jadi-incaran-pelanggan

Redaksi