Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Merawat Kerukunan Umat dan Membangun Cinta Damai Melalui Al-Qur'an

Oleh : Djoko Iriandono*)

Hari ini 17 Maret 2025 Islamic Center Kalimantan Timur bekerjasama dengan pemerintah provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur'an 1446 H / 2025 M yang dikemas dalam Tabligh Akbar. Acara ini rencananya akan  diawali dengan kegiatan khotmil Qur'an pada pukul 16.00 oleh kelompok pemerintah provinsi Kalimantan Timur yang terdiri dari Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua DPRD dan Kepala Kemenag prov Kaltim, Kelompok BPIC yang terdiri dari Ketua I, II dan III, serta karyawan/karyawati dan kelompok dari LPTQ Kalimantan Timur yang terdiri dari para juara MTQ tingkat nasional dari provinsi Kalimantan Timur.

Setelah khotmil Qur'an acara dilanjutkan dengan pembagian santunan kepada kaum dhuafa dan muallaf yang disediakan oleh BPIC  yang secara keseluruhan berjumlah 250 penerima manfaat. Disamping itu pemerintah provinsi menyiapkan puluhan ribu amplop untuk diberikan kepada mustahiq. Setelah khotmil Qur'an, acara dilanjutkan dengan ceramah menjelang ifthar. Saat adzan magrib berkumandang acara dilanjutkan dengan berbuka bersama dan sholat magrib.

Acara tabligh Akbar ini akan  dihadiri tidak kurang dari 30.000 orang yang kesemuanya disiapkan takzil dan makan untuk buka puasa.

Acara inti dari Nuzulul Qur'an akan dilaksanakan setelah sholat isya'. Tema yang diusung pada peringatan Nuzulul Qur'an kali ini adalah: Merawat Kerukunan Umat Dan Membangun Cinta Damai Melalui al Qur'an.  

Kerukunan umat dan cinta damai adalah nilai luhur yang menjadi pondasi kehidupan bermasyarakat. Dalam Islam, Al-Qur'an telah memberikan pedoman yang jelas tentang pentingnya menjaga persatuan, menghindari perpecahan, serta membangun keharmonisan antarumat manusia.

1. Al-Qur'an sebagai Pedoman Hidup Damai

Al-Qur'an adalah sumber utama ajaran Islam yang mengajarkan kedamaian dan persatuan. Firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap Muslim adalah saudara. Jika terjadi perselisihan, kita diperintahkan untuk mendamaikan dan tidak memperkeruh keadaan. Dengan menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis.

2. Menghindari Fitnah dan Perpecahan

Allah juga mengingatkan bahaya fitnah dan perpecahan dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:

"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain..." (QS. Al-Hujurat: 12)

Ayat ini mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah umat. Sebaliknya, kita dianjurkan untuk selalu berprasangka baik dan menjauhi permusuhan.

3. Toleransi dalam Keberagaman

Islam mengajarkan toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan. Dalam Surah Al-Kafirun ayat 6 disebutkan:

"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." (QS. Al-Kafirun: 6)

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain, melainkan mendorong sikap saling menghormati. Dengan memahami ajaran ini, kita dapat hidup berdampingan dengan damai tanpa saling mencurigai atau merendahkan.

4. Membangun Cinta Damai dalam Kehidupan Sehari-hari

Merawat kerukunan dan membangun cinta damai tidak cukup hanya dengan memahami ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengutamakan dialog dalam menyelesaikan perbedaan pendapat.
  • Menghindari ujaran kebencian yang dapat memicu konflik.
  • Menjadi teladan dalam kebaikan, baik dalam keluarga maupun masyarakat.
  • Membangun kepedulian sosial dengan saling membantu tanpa membedakan suku, agama, atau status sosial.

Kesimpulan

Al-Qur'an memberikan tuntunan yang jelas dalam membangun kerukunan dan cinta damai. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran-ajarannya, kita dapat menciptakan kehidupan yang lebih harmonis, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Oleh karena itu, mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam menjaga persaudaraan dan kedamaian.

*) Kasi Kominfo

Redaksi