Bulan Ramadhan baru saja meninggalkan kita, rasa sedih dan haru masih menyelimuti kita karena kita baru saja meninggalkan bulan yang agung penuh dengan limpahan keberkahan, Rahmad dan Pahala yang besar sesuai dengan janji Allah SWT.
Mengapa kita begitu bersemangat beribadah Ketika bulan Ramadhan, bersemangat ke Masjid, bersemangat bersedekah dan lain – lain ibadah. Salah satunya adalah karena iblis dan setan pada bulan Ramadhan dibelenggu sehingga tidak bisa mengganggu orang muslim dan muslimat.
Saat ini kita sudah di bulan Syawal dan selanjutnya kita akan sampai pada bulan Sya’ban sebelum bulan Ramadhan Kembali, pertanyaannya apakah kitab isa istiqomah dengan amalan ibadah yang sudah kita kerjakan pada bulan Ramadhan yang lalu, baik ibadah puasa, sholat, shodakah, infaq, zakat maupun amal ibadah kita lainnya, atau kita sudah Kembali sebagaimana bulan – bulan sebelum bulan Ramadhan yang lalu.
Hal inilah yang perlu kita antisipasi apabila ternyata ibadah – ibadah kita memang cenderung melemah setelah bulan Ramadhan 1444 H yang lalu.
Ketahuilah bahwa kita beribadah adalah karena Allah bukan karena bulan Ramadhan. Allah tetap ada dan Allah tidak meninggalkan kita sebagaimana bulan Ramadhan yang meninggalkan kita. Oleh karena itu puasalah (Puasa Sunnah), Sholat-lah (berjama’ah di Masjid bagi laki-laki), bersedekah dan berzakatlah (Zakat Ma’al) sebagaimana yang sudah kita kerjakan di bulan Ramadhan 1444 H yang baru saja meninggalkan kita.
Semoga Allah SWT memberikan Taufiq dan Hidayah-Nya kepada kita sehingga kita dapat melaksanakan ibadah-ibadah dengan istiqomah dan semoga Allah menjaga kita dari godaan setan. Aamiin Yaa Robbal Alamin.
Kasi Pelayanan Umat
H. Ahmad Subadi