Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Kaltim Tutup Tahun 2025 dengan Doa, Shalawat, dan Muhasabah Akbar

Puluhan Ribu Jamaah Padati Masjid Raya Baitul Muttaqien Islamic Center Kalimantan Timur

Oleh: Djoko Iriandono*)

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menutup Tahun 2025 dengan cara yang sarat makna dan penuh keberkahan. Di tengah tren perayaan tahun baru yang identik dengan pesta, hiburan malam, dan kembang api, Pemprov Kaltim justru menghadirkan pendekatan berbeda melalui Kalimantan Timur Festival Islami, Doa dan Shalawat Akhir Tahun 2025 (KTIFEST 2025) yang dipusatkan di Masjid Raya Baitul Muttaqien, kawasan Islamic Center Kalimantan Timur.

Festival bernuansa religius ini berlangsung selama empat hari, sejak 28 hingga 31 Desember 2025, dan mencapai puncaknya pada Selasa malam (31/12/2025). Sejak sore hari, arus jamaah dari berbagai penjuru Kota Samarinda dan daerah sekitar terus berdatangan. Halaman masjid, selasar, hingga ruang utama Masjid Raya Baitul Muttaqien dipenuhi lautan manusia yang datang dengan satu niat: menyambut pergantian tahun dengan doa, dzikir, dan ibadah.

Diperkirakan puluhan ribu jamaah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib dan khusyuk. Mereka larut dalam suasana spiritual yang jarang ditemui dalam perayaan malam tahun baru pada umumnya.

Rangkaian Ibadah yang Berkesinambungan

KTIFEST 2025 dirancang bukan sekadar sebagai acara seremonial, melainkan sebagai rangkaian ibadah yang berkesinambungan. Kegiatan dimulai dengan shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan shalat hajat, shalat Isya, pembacaan Al-Qur’an, doa dan shalawat bersama, hingga shalat Malam dan shalat witir menjelang pergantian tahun.

Kepala Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Samarinda, Irianto Lambrie, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang difasilitasi sepenuhnya oleh BPIC.

“Kegiatan ini merupakan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. BPIC bertugas memfasilitasi seluruh rangkaian ibadah, mulai dari penyediaan tempat, sarana pendukung, hingga menghadirkan imam, qari, dan para ustaz untuk mendampingi jamaah,” jelasnya.

Menurut Irianto, peringatan Tahun Baru Masehi dalam perspektif Islam diperbolehkan dan bahkan dianjurkan, selama diisi dengan nilai-nilai ibadah, muhasabah, dan doa.

“Pergantian tahun adalah momentum refleksi. Kita diajak untuk menengok kembali perjalanan hidup, memperbaiki niat, dan memohon keberkahan Allah SWT untuk masa depan,” ujarnya.

Penutupan Resmi dan Kepedulian Sosial

Puncak acara KTIFEST 2025 ditandai dengan penutupan resmi yang berlangsung khidmat. Rangkaian penutupan diawali dengan Voice Opening, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Kalimantan Timur, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta pemutaran video kaleidoskop yang menampilkan seluruh rangkaian kegiatan festival sejak hari pertama.

Salah satu momen penting adalah penyerahan simbolis donasi sosial yang berhasil dihimpun selama KTIFEST 2025. Donasi tersebut diserahkan oleh Ketua Baznas Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.

Dana sosial sebesar Rp750.000.000 tersebut merupakan hasil partisipasi masyarakat Kalimantan Timur selama festival berlangsung dan diperuntukkan bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai solidaritas dan kemanusiaan.

Selain itu, Baznas Kaltim juga menyerahkan penghargaan dan dana pembinaan kepada qori dan qoriah asal Kalimantan Timur yang telah menorehkan prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional dan Nasional, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam syiar Al-Qur’an.

Shalawat, Dzikir, dan Penampilan Tamu Nasional

Suasana spiritual semakin terasa ketika lantunan shalawat menggema di seluruh kawasan Islamic Center. Shalawat dipimpin oleh Habib Zainal Assegaf, menantu ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya, yang mengajak jamaah untuk memperbanyak cinta kepada Rasulullah ﷺ.

Penampilan Hadroh Az-Zahir semakin menguatkan suasana religius, menghadirkan harmoni dzikir dan shalawat yang menggetarkan hati.

Pada kesempatan tersebut, jamaah sebelumnya disuguhi penampilan penyanyi religi nasional Opick. Melalui lagu-lagunya yang sarat pesan spiritual seperti Tombo Ati, Rapuh, Bila Waktu Tlah Berakhir, dan Ya Maulana, Opick mengajak jamaah merenungi makna hidup, taubat, dan ketergantungan manusia kepada Allah SWT.

Doa penutup dipimpin oleh KH Mahmud, Pimpinan Pesantren Al-Banjari Balikpapan, yang membacakan Surah Al-Ahzab dengan suara merdu dan penuh penghayatan, menciptakan suasana haru dan khusyuk di tengah ribuan jamaah.

Festival Islami dan Pemberdayaan Umat

Selain rangkaian ibadah, KTIFEST 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung yang menyentuh aspek sosial dan ekonomi umat. Di antaranya Festival Kuliner Halal, pameran dan peragaan busana muslim, diskusi inspiratif, kelas kreatif, aneka lomba Islami, serta partisipasi aktif pelaku UMKM Kalimantan Timur.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa syiar Islam tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, kreativitas, dan kebersamaan umat.

Menjadikan Tahun Baru sebagai Momentum Perbaikan Diri

Melalui KTIFEST 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama BPIC Samarinda berharap masyarakat dapat menjadikan pergantian tahun sebagai momentum muhasabah, penguatan iman, dan pembaruan komitmen dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa perayaan tahun baru dapat dihadirkan secara religius, damai, dan bermartabat, tanpa kehilangan makna spiritual dan sosialnya.

KTIFEST 2025 pun tercatat sebagai salah satu perhelatan keagamaan terbesar di Kalimantan Timur pada akhir tahun, sekaligus menjadi teladan bahwa Islamic Center Kalimantan Timur tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban, persatuan, dan keberkahan umat.

 

*) Kasi Kominfo BPIC Kaltim.

 

Redaksi