Oleh: Djoko Iriandono*)
Dunia kerja terus mengalami transformasi seiring dengan kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan tuntutan ekonomi. Beberapa pekerjaan yang dulunya sangat menjanjikan kini mulai menghilang, sementara profesi baru yang belum terbayangkan sebelumnya justru bermunculan. Pergeseran ini tidak hanya mengubah cara kita bekerja tetapi juga memaksa kita untuk terus beradaptasi agar tetap relevan di pasar tenaga kerja.
Artikel ini akan membahas:
1. Profesi yang Sudah Punah atau Terancam Hilang
2. Pekerjaan Baru yang Muncul di Era Digital
3. Prediksi Pekerjaan Masa Depan: Yang Akan Lenyap dan Yang Akan Tumbuh
4. Bagaimana Menyikapi Perubahan Ini?
1. Profesi yang Sudah Punah atau Terancam Hilang
a. Juru Ketik (Tukang Ketik)
Di era 1980-1990an, juru ketik adalah profesi penting di perkantoran. Mereka bertugas mengetik dokumen, surat, atau laporan menggunakan mesin tik. Namun, sejak komputer pribadi dan software pengolah kata seperti Microsoft Word muncul, peran juru ketik perlahan menghilang. Kini, hampir semua karyawan mampu mengetik sendiri, sehingga kebutuhan akan tenaga khusus untuk mengetik tidak lagi diperlukan.
b. Tukang Pos
Dulu, tukang pos adalah salah satu profesi yang sangat dibutuhkan untuk mengantarkan surat dan paket. Namun, dengan maraknya email, WhatsApp, dan surat elektronik lainnya, pengiriman surat fisik menurun drastis. Meski layanan pos masih ada, perannya banyak diambil alih oleh kurir digital seperti Gojek, Grab, dan JNE yang lebih cepat dan efisien.
c. Tukang Foto Keliling
Sebelum kamera ponsel menjadi canggih, tukang foto keliling sering ditemui di tempat wisata atau acara keluarga. Mereka menawarkan jasa foto cetak instan. Namun, kini hampir semua orang memiliki kamera berkualitas tinggi di ponsel mereka, sehingga profesi ini nyaris punah.
d. Penyewaan VCD/DVD & Rental Game
Toko penyewaan VCD dan DVD pernah sangat populer di tahun 1990-an hingga awal 2000-an. Namun, kehadiran layanan streaming seperti Netflix, Disney+, dan YouTube membuat bisnis ini kolaps. Begitu juga dengan rental game PlayStation, yang kini tergantikan oleh game digital dan cloud gaming.
e. Operator Telepon (Switchboard Operator)
Di masa lalu, operator telepon bertugas menghubungkan panggilan secara manual. Namun, dengan teknologi telepon otomatis dan VoIP (seperti WhatsApp Call dan Zoom), profesi ini sudah tidak dibutuhkan lagi.

2. Pekerjaan Baru yang Muncul di Era Digital
a. Content Creator & Influencer
Platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram melahirkan profesi baru seperti content creator dan influencer. Mereka menghasilkan uang dari iklan, sponsor, dan endorsement. Beberapa bahkan bisa menghasilkan miliaran rupiah per bulan hanya dari membuat konten kreatif.
b. Youtuber & Live Streamer
Dulu, menjadi selebriti butuh masuk TV atau industri hiburan konvensional. Sekarang, siapa pun bisa menjadi terkenal dan menghasilkan uang melalui YouTube, Twitch, atau TikTok Live. Gamer, vlogger, dan bahkan guru online bisa sukses dengan konten mereka.
c. Penjual Pulsa & Agen Fintech
Dulu, tidak ada yang menyangka bahwa menjual pulsa atau menjadi agen e-wallet (seperti GoPay, OVO, DANA) bisa menjadi bisnis menguntungkan. Kini, banyak warung kecil yang menambah penghasilan dengan menjadi agen pembayaran digital.
d. Digital Marketing Specialist
Perusahaan kini lebih banyak beriklan di Google, Facebook, dan Instagram daripada di koran atau televisi. Profesi seperti SEO Specialist, Social Media Manager, dan PPC Expert menjadi sangat dibutuhkan.
e. Driver Online (Grab, Gojek)
Meskipun sopir bukan profesi baru, layanan transportasi online mengubah cara kerja mereka. Kini, driver tidak hanya mengantar penumpang tetapi juga makanan, paket, bahkan berjualan produk secara online.
3. Prediksi Pekerjaan Masa Depan: Yang Akan Lenyap dan Yang Akan Tumbuh
Pekerjaan yang Terancam Hilang di Masa Depan
- Kasir – Digantikan oleh mesin self-checkout dan pembayaran digital.
- Sopir Konvensional – Mobil otonom (self-driving car) akan mengambil alih.
- Customer Service Manual – Chatbot AI semakin canggih dalam menangani keluhan pelanggan.
- Pekerja Pabrik Rutin – Robot dan automasi akan menggantikan banyak pekerjaan manufaktur.
Pekerjaan Baru yang Akan Muncul
- AI & Robot Engineer – Spesialis yang merancang dan memelihara kecerdasan buatan.
- Data Privacy Consultant – Dengan maraknya kebocoran data, ahli keamanan digital akan sangat dibutuhkan.
- Virtual Reality Designer – Dunia metaverse dan AR/VR akan menciptakan lapangan kerja baru.
- Sustainability Expert – Ahli lingkungan dan energi terbarukan akan semakin dicari.
- Remote Work Coordinator – Perusahaan akan membutuhkan manajer yang ahli mengatur kerja jarak jauh.
4. Bagaimana Menyikapi Perubahan Ini?
a. Terus Belajar Skill Baru
Teknologi terus berkembang, sehingga kita harus terus meng-upgrade kemampuan. Misalnya, belajar coding, digital marketing, atau AI dasar.
b. Fleksibel dan Adaptif
Jangan terpaku pada satu bidang saja. Orang yang sukses di masa depan adalah yang bisa berpindah ke industri baru dengan cepat.
c. Manfaatkan Peluang Digital
Jika dulu bisnis butuh modal besar, sekarang siapa pun bisa memulai usaha online dengan minim investasi.
d. Siap Menjadi Freelancer atau Entrepreneur
Perusahaan kini lebih banyak mempekerjakan freelancer. Jadi, miliki kemampuan yang bisa dijual secara mandiri.
Kesimpulan
Perubahan adalah hal yang tak terelakkan. Beberapa pekerjaan akan hilang, tetapi peluang baru selalu muncul. Kunci untuk bertahan di era ini adalah adaptasi, pembelajaran terus-menerus, dan keberanian mencoba hal baru.
Bagaimana dengan Anda? Apakah profesi Anda termasuk yang terancam atau justru sedang naik daun? Mari berdiskusi di kolom komentar!
*) Kasi Kominfo BPIC
Baca ARTIKEL LAINNYA.